December 16

Mengenali Tipe Visual, Auditory, dan Kinestetik

0  comments

Di posting sebelumnya kita sudah bahas ada 3 tipe representation, yaitu system: visual, auditory, dan kinestetik. Setiap orang punya sistem yang jadi favorit mereka. Yang kalau kita ketahui, dan sesuaikan tipe itu dengan cara komunikasinya, akan membuat proses komunikasi jadi lebih efektif.

Orang yang fleksible menggunakan teknik komunikasi sesuai dengan yang dihadapinya cenderung umumnya mudah mencapai sukses. Untuk bisa fleksible menggunakan sistem yang tepat, kita perlu tahu cara meneliti seseorang termasuk yang tipe. Termasuk meneliti diri kita sendiri.

Apa gunanya kita mengetahui ini? Sangat banyak! Kita bisa menyesuaikan cara berbicara dengan tipe orang yang dihadapi. Kita juga bisa gunakan pemahaman ini untuk mengetahui cara belajar yang tepat. Dalam dunia bisnis, kita bisa gunakan cara ini untuk penjualan, negosiasi, dan kepemimpinan.

Beberapa tanda yang perlu kita kenali untuk menentukan seseorang termasuk visual, auditori, atau kinestetik adalah dari:

  • cara penampilan dan sikapnya saat berbicara
  • pilihan kata “predikat” dalam kalimatnya

Penampilan dan Sikapnya Saat Berbicara
Seseorang cenderung tampil sesuai dengan representational system favoritnya. Ini terjadi karena mereka punya cara khas menyimpan rekaman ingatannya dan menjelaskannya kembali.

Orang yang dominan visual cenderung menyukai kelihatan rapi, indah, tertata secara visual. Mereka suka memadu-padankan warna pakaian, aksesori, dan perlengkapan.

Orang yang dominan visual berbicara dengan cepat. Ini karena mereka mencoba menjelaskan gambar atau film yang mereka lihat secara internal. Karena itu, mata mereka akan bergerak melihat ke atas kiri dan dan kanan untuk mengakses informasi gambar atau film internalnya.

Orang yang auditori tidak terlalu memperhatikan penampilan, mereka lebih memperhatikan suaranya. Orang yang dominan menggunakan auditori akan terlihat dari cara bicaranya yang sangat teratur, tempo, nada, dan tinggi rendahnya. Ini karena mereka mencoba mewujudkan suara yang disimpan dalam memorinya sejelas mungkin.

Saat mendengar orang lain, orang yang dominan auditorinya juga akan mengarahkan telinganya sedikit condong ke sumber suara. Dan saat mendengar begitu, dia ingin agar tidak ada gangguan suara lain. Ini karena mereka ingin merasakan resonansi dari sumber suara dan agar proses memahami dan menyimpan memori dalam bentuk suara jadi jelas.

Orang yang kinestetik, cenderung lebih memperhatikan perasaan mereka. Karenanya akan terlihat lebih lambat dalam berbicara karena mereka selalu mengakses memori perasaannya. Orang yang kinestetik juga tidak terlalu memperhatikan bagaimana mereka terlihat.

Orang kinestetik akan terlihat berbicara perlahan dan banyak melihat sepintas ke arah hatinya. Ini mereka lakukan untuk mengambil informasi atau memori yang mereka rekam dalam bentuk perasaan.

Pilihan Kata “Predikat” Dalam Kalimatnya
Setelah memperhatikan bagaimana penampilan dan cara berbicara atau mendengarnya, kita juga perlu memperhatikan kata-kata yang sering mereka ucapkan. Terutama pada bagian “predikat”. Bagian kalimat yang berupa “predikat” adalah petunjuk bagaimana cara mereka memahami dunia luar, merekamnya ke memori internalnya, lalu menjelaskannya kembali ke orang lain.

  • Orang yang cenderung visual akan banyak menyebutkan: melukiskan, membayangkan, melihat, cerah, kabur, dll.
  • Orang yang cenderung auditori akan banyak menyebutkan kata: suara, membisikkan, teriakan, merdu, mendengar, terdengar, dll.
  • Orang yang cenderung kinestetik akan banyak menyebutkan kata: halus, hangat, panas, menggenggam, merasa, dll.

Walaupun ada sistem representasi yang jadi favorit, sistem lainnya tetap dipakai. Artinya tidak ada orang yang 100% visual tanpa menggunakan sistem auditori dan kinestetik. Begitu juga tidak ada orang yang 100% kinestetik tanpa menggunakan sistem visual dan auditori nya.

Sekali lagi kita ulang, semakin kita bisa menyesuaikan cara komunikasi dengan orang yang kita hadapi akan lebih baik. Orang-orang yang mencapai sukses di bidangnya terbukti sangat fleksibel dalam menggunakan berbagai teknik komunikasi yang sesuai.

Nah, mulai sekarang ayo lebih memperhatikan bagaimana tipe orang yang sedang kita ajak berkomunikasi. Dan sesuaikan cara komunikasinya dengan tipe mereka. Bisa dipastikan komunikasi Anda akan lebih lancar dan lebih bermakna.


Tags


You may also like

Bagaimana Menghilangkan Rasa Takut Bicara Di Depan Orang Banyak

Mengenali Tipe Visual, Auditory, dan Kinestetik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

Get in touch