December 16

Mengapa (Sering) Susah Nyambung

0  comments

Pernah nggak merasa sulit berkomunikasi dengan seseroang? Rasanya sudah menjelaskan dengan bahasa yang semudah mungkin, tapi kok nggak nyambung juga. Kalau pembicaraannya soal yang berat atau sains mungkin bisa dimaklumi. Tapi kalau pembicaraan sehari-hari saja sulit nyambungnya…mungkin ada yang salah.

Salah satu penyebab sulitnya berkomunikasi adalah perbedaan sistem representasi antar orang yang berkomunikasi. Wah apa itu maksudnya itu?

Begini…kita merekam dengan dunia dengan panca indera kita. Tahu kan, kita punya 5 indera (panca indera). Dengan indera itu kita merekam dunia ini ke dalam otak. Cara kita merekam ini lah yang disebut sistem representasi (representation system).

Dari 5 indera yang kita miliki, sering diringkas jadi 3 indera (sensori) utama untuk pembahasan: penglihatan, pendengaran, dan kinestetik.

Ketiga indera itu merekam apa saja yang kita lihat jadi gambar(visual), merekam apa saja jadi suara (auditori), dan merekam semua gerakan, sentuhan, suhu, aroma, dan rasa menjadi sensasi (kinestetik).

Dari tiga sistem utama itu (visual, auditori, dan kinestetik) masih mungkin lagi seseorang memilih salah satu sebagai favoritnya. Ini yang akhirnya sering jadi sebutan “Dia orang visual”, atau “Saya tipe auditori”.

Kembali ke masalah kesulitan berkomunikasi tadi ya. Salah satu penyebab kesulitannya adalah perbedaan sistem representasi orang-orang yang diajak berkomunikasi.

Misalnya saja kalau kita berkomunikasi dengan orang yang dominan menggunakan sistem visualnya. Dia akan banyak menggunakan tulisan, gambar, petunjuk, ilustrasi, grafik, diagram, atau coretan-coretan. Karena begitulah dia merekam di otaknya, dan begitu pula yang ingin dia tampilkan.

Kalau kebetulan kita yang dominan menggunakan sistem visual juga, bisa cocok itu komunikasinya. Jadi lancar dialog dan tukar informasinya.

Tapi akan jadi masalah kalau kita ini termasuk yang dominan menggunakan sistem auditori. Kita berkomunikasi cenderung lewat suara, kata-kata lisan, bunyi-bunyian, menjelaskan gambar dengan cerita, menyampaikan prosedur dengan omongan. Karena begitulah cara kita merekam dunia dan menampilkannya kembali.

Jadi, kalau orang auditori disuruh baca atau lihat diagram cenderung akan sulit. Begitu juga sebaliknya saat kita menjelaskan secara lisan, teman kita yang visual tadi pasti kesulitan menangkap pesan kita.

Oya kelupaan, bagaimana dengan tipe kinestetik? Orang yang dominan menggunakan kinestetiknya cenderung banyak bergerak. Mudah berkomunikasi dengan pengalaman langsung, gerak, interaksi secara fisik, memegang, atau mempraktekkan secara langsung.

Orang tipe kinestetik ini cenderung sulit bila diminta membayangkan secara visual atau diminta mendengarkan dengan tekun.

Nah…jadi jelas ya kalau perbedaan sistem representasi kita bisa menyulitkan kita berkomunikasi. Tapi tidak sulit juga kok kalau mau mempelajarinya.

Karena, makin kita fleksibel dengan semua tipe ini akan semakin mudah kita berkomunikasi dengan siapa saja. Penting banget deh kita belajar tentang sistem ini.

Bagaimana cara agar kita tahu seseorang itu tipe visual, auditory, atau kinestetik? Terlebih lagi, bagaimana cara tahu kita ini tipe apa? Selain untuk komunikasi apa lagi implementasi sistem representasi ini?

Ikuti terus ya di blog https://tedysitepu.com


Tags


You may also like

Mengenali Tipe Visual, Auditory, dan Kinestetik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

Subscribe to our newsletter now!