Matinya Marketing dan Lahirnya Content Marketing

Sekitar satu tahun lalu, Rina adik saya, ingin membeli kamera digital. Dia sudah punya satu sebelumnya, tapi karena pada tahun itu dia dan suaminya, akan berlibur ke Paris dia ingin membawa kamera yang istimewa.

Dia ingin membawa kamera yang ringan, tapi bisa menghasilkan foto yang berkualitas fotografer profesional. Syarat lainnya adalah: kamera itu harus mudah digunakan tidak ribet, begitu katanya.

Maka Rina segera memulai pencariannya di internet. Pertama dia cari informasi dengan kata kunci “best digital camera”. Dari pencarian itu, dia menemukan artikel tentang kamera-kamera terbaru, terbaik, atau yang termurah.

Muncul juga dari pencarian itu video tutorial menggunakan kamera, review produk kamera, komplain tentang kamera, perbandingan satu jenis dengan jenis lainnya. Dan ribuan, bahkan mungkin jutaan artikel blog, youtube, gambar di instagram, dan berbagai jenis konten lainnya.

Dan akhirnya apa yang menjadi masalah bagi Rina bukanlah kurang informasi tentang kamera digital. Tapi, justru berlimpahnya informasi tentang kamera itu.
Dari begitu banyaknya konten digital, Rina harus memilih mana yang dia pikir sesuai dengan kebutuhannya, mana yang dia percaya, dan yang terpenting mana konten yang dapat membantunya menyelesaikan masalahnya.

Kita pernah seperti Rina bukan? Artinya ada jutaan orang yang seperti Rina. Mereka mungkin sedang mencari sesuatu untuk menyelesaikan masalahnya. Mereka juga mungkin sedang ragu membeli, sedang membandingkan satu produk dengan produk lain.

Atau mereka sedang mencari video tentang komplain atau masalah suatu produk. Dan diantara yang mereka cari mungkin adalah produk atau jasa Anda.

Perilaku konsumen berubah. Cara Rina mencari dan membeli kamera adalah cara baru kita semua. Begitu juga dengan cara para konsumen kita berbelanja.

Siapkah Anda?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *