December 15

DIA SUDAH TIDAK CINTA? BACA KISAH INI DULU SEBELUM MEMUTUSKAN

0  comments

Setelah menjadi praktisi Neuro-Linguistik Programming (NLP), saya jadi sering menemui kejadian yang lucu dan unik. Saya sudah ceritakan 2 klien sebelumnya yang punya ketakutan pada setan. Kali ini, saya ingin cerita klien saya yang punya masalah rumah tangga.

Suami istri ini cerita pada saya kalau hubungan dalam rumah tangganya sedang tidak baik. Si istri mengatakan kalau suaminya sudah tidak lagi mencintainya. Alasannya adalah karena suaminya sudah tidak lagi perhatian padanya.

Si suami, juga bilang kalau istrinya tidak lagi menghormatinya. Dan tidak menghargai semua usaha yang dia lakukan untuk memperhatikannya dan menyenangkannya.

Sebagai bagian dari proses penyelesaian masalah, saya ajak mereka ngobrol. Tujuannya mengenal mereka lebih jauh dan untuk mengetahui modalitas (alat panca indera) mereka dominan dan bagaimana sistem representational-nya (cara mereka menyimpan memori di pikirannya). Ini salah satu teknik dalam NLP.

Saya juga menggali informasi untuk memastikan bahwa memang tidak ada orang ketiga. Dan yang terpenting bahwa mereka sama-sama masih sangat mencintai pasangannya. Hanya saja, sepertinya komunikasi mereka tidak berjalan baik. Seperti ada yang tidak pas, walau mereka tidak tahu apa itu.

Dari dialog itu, saya bisa fahami kalau si istri cenderung auditori. Artinya dia menggunakan indera pendengaran sebagai modalitas yang utamanya. Sedangkan si suami, cenderung visual atau lebih banyak menggunakan indera pengelihatannya. Di sinilah awal problem timbul.

Orang yang cenderung auditory biasanya lebih banyak memahami dunia lewat suara, demikian juga memori yang disimpan diotaknya diwakili oleh suara. Maka dalam berkomunikasi pun cenderung banyak bicaranya.
Saya coba tanya ke si istri, apakah yang dia inginkan dari suami sebenarnya. Dia bilang, dia ingin mendengar kata-kata yang lembut, romantis, pujian kecil saat dia menghidangkan sesuatu, atau ucapan-ucapan manis saat suaminya baru pulang.

Baginya ternyata, diajak pergi tamasya atau jalan-jalan belanja tidak terlalu penting. Baginya yang terpenting adalah kata-kata.

Sementara si suami yang cenderung visual, dan umumnya dominan menggunakan indera penglihatannya. Saya tanya apa yang dia inginkan dari istri. Ternyata yang dia inginkan adalah si istri bisa menata rapi dirinya dan rumahnya. Karena tampilan itu penting baginya. Dia tidak suka terlalu banyak kata-kata dari istrinya.

Dia jugamengatakan selama ini dia ingin menunjukkan ke istrinya kalau dia sangat perhatian. Salah satu perhatian itu wujudnya adalah dengan mengajak tamasya atau jalan-jalan. Dan dia kecewa karena istrinya tidak terhibur dengan ajakannya itu.

Nah…ternyata nggak ketemu ya. Apa yang penting bagi si istri justru tidak diketahui suami. Si istri merasa mendapat perhatian kalau mendengar kata-kata yang lembut dan romantis. Padahal, si suami tidak suka banyak berkata-kata.

Sebaliknya, si suami lebih senang melihat kerapian dan tidak suka banyak kata-kata. Padahal, justru istrinya banyak kata-kata. Bagi suami jalan-jalan melihat-lihat pemandangan atau hal baru penting, bagi si istri tidak penting!

Dalam NLP salah satu prinsip dasarnya adalah bahwa setiap manusia memahami dunia dan sekitarnya dengan cara-nya sendiri. Tiap orang punya cara unik masing-masing. Cara itu yang sering dirangkum dalam kategori visual, auditori, dan kinestetik.

Untuk dapat berkomunikasi dengan baik dengan seseorang, kita perlu mengetahui bagaimana caranya memahami dunia ini dan menghormati cara unik mereka itu. Orang yang sukses dalam berkomunikasi umumnya adalah mereka yang mampu fleksibel berkomunikasi sesuai dengan siapa dia berkomunikasi.

Kembali ke pasangan tadi, setelah dialog tadi mereka jadi lebih baik. Mereka sekarang tahu bagaimana cara berkomunikasi masing-masing. Dan mereka sama-sama menyadari ternyata pasangan mereka sangat mencintainya dan menunjukkan rasa cinta itu dengan caranya masing-masing.

Akhirnya mereka tertawa geli mengingat kekonyolan akibat ketidatahuan mereka sebelumnya.

Punya teman atau kenalan yang punya masalah begini? Silahkan share tulisan ini ke mereka 😀


Tags


You may also like

Mengenali Tipe Visual, Auditory, dan Kinestetik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

Subscribe to our newsletter now!