Atasi Kesulitan Keuangan Keluarga, 5 Alasan Harus Berjiwa Entrepreneur

Jangan sampai keluarga mengalami kesusahan karena gangguan pada sumber penghasilan tetap kita!

Jaman sekarang semua biaya kebutuhan jelas makin meningkat. Apakah itu biaya rumah tangga, biaya transportasi, biaya kesehatan, biaya sekolah, dan biaya sosial. Belum lagi kalau kita ingin mengikuti “biaya pergaulan”. Wah bisa gak ada habis-habisnya itu. Kalau kita hanya mengandalkan satu sumber penghasilan mungkin tidak mencukupi untuk memenuhi semua kebutuhan itu.

Selain masalah cukup atau tidak, setiap keluarga juga harus mengantisipasi masalah risiko berkurangnya atau terganggunya seumber penghasilan. Terutama untuk kita yang mengandalkan sumber penghasilan dari gaji tetap saja. Tidak selamanya sumber penghasilan kita lancar terus.

Karena itu, setiap keluarga harus memikirkan suatu sumber penghasilan lain sebagai antisipasi masa-masa sulit. Paling tidak ada 5 alasan setiap keluarga perlu mulai memikirkan tambahan sumber penghasilan di luar dari penghasilan tetapnya.

Alasan pertama: keamanan sumber penghasilan. Kita pasti tidak mau keluarga mengalami kesusahan karena gangguan pada sumber penghasilan tetap kita. Keluarga yang sumber penghasilannya hanya dari gaji tetap,tidak berarti “tetap aman”. Selalu ada kemungkinan gangguan, seperti: PHK, bangkrutnya perusahaan, perubahan peraturan, mutasi ke tempat yang tidak disukai, kalah persaingan, atau banyak gangguan lainnya.

Alasan Kedua: kecukupan penghasilan. Kita sudah tahu kan…, yang namanya penghasilan tetap itu ya *ukurannya adalah cukup*. Tidak mungkin ada instansi atau perusahaan yang ingin membnayar pegawainya untuk jadi kaya. Karenanya yang namanya “gaji tetap”, ya tetap gaji, ya kan? Yang jadi kata kuncinya adalah “tetap” itu. *Kalau dia kecil ya dia tetap kecil*, yang paling mungkin gaji itu ya “cukup”. Tidak mungkin akan jadi “lebih”.

Alasan Ketiga: kebutuhan dana keluarga akan terus meningkat. Seiring dengan tumbuhnya keluarga biaya yang dibutuhkan pun akan meningkat. Biaya anak yang sekolah di tingkat SMP pasti lebih tinggi dibanding saat dia masih SD. Begitu juga biaya kalau anak yang lahir sudah 3 orang pasti lebih besar dibanding saat masih 1 orang anak. Artinya makin tumbuh jumlah keluarga, dan makin bertambah usia mereka makin besar kebutuhan biayanya.

Alasan Keempat: penghasilan dari gaji tetap tidak akan mengimbangi peningkatan kebutuhan biaya. Tujuan utama perusahaan adalah menghasilkan keuntungan. Tugas instansi pemerintah menjalan mandatnya. Sementara tugas utama kita adalah menjaga dan memelihara keluarga kita. Maka kondisi hubungan perusahaan atau instansi suatu saat mungkin tidak sejalan dengan kebutuhan kita sebagai pegawai. Dan sebagai pegawai, kita yang seharusnya punya kesadaran bahwa kita lah yang bertanggung jawab penuh pada keluarga kita. Bukan perusahaan, instansi tempat kita bekerja atau bukan siapapun!

Alasan kelima: bisa memberi manfaat lebih kepada orang lain. Memang uang bukan segala-galanya dalam kehidupan kita. Tapi dengan memiliki uang yang memadai kita bisa memberi manfaat kepada lingkungan kita. Terutama manfaat kepada ibu-bapak, saudara-saudara, dan masyarakat di tempat tinggal kita. Masih banyak mereka yang memerlukan bantuan dalam masalah keuangan bukan?

Kelima alasan itu seharusnya cukup menyadarkan kita bahwa setiap keluarga harus memiliki lebih dari satu sumber penghasilan. Sumber penghasilan itu bisa berupa bisnis keluarga, properti yang disewakan, bekerja sampingan, hasil investasi, atau bentuk lainnya.

Apapun sumber penghasilan tambahan itu, harus dipikirkan dengan serius dan sesegera mungkin. Akan sangat menyulikan kalau kita baru memulainya saat kebutuhan sudah sangat mendesak.

*Ayo kita mulai dari sekarang!*

Bersama Bang Ancah di Cafenya, Bang Ancah entrepreneur tangguh, Mantan Auditor BPKP, Direktur di Berbagai Lembaga, dan Anggora DPR 2 Periode

Tedy Sitepu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *